
Pencak Silat adalah seni bela diri tradisional asli Nusantara (khususnya Indonesia) yang memadukan teknik pertahanan diri dengan nilai-nilai seni, budaya, dan spiritual.Pencak silat bukan sekadar olahraga baku hantam, melainkan warisan budaya yang sangat dalam makna dan filosofinya. Sejak tahun 2019, UNESCO secara resmi telah mengakui Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.
17-19 Desember 2025 kabupaten magetan menyelenggarakan kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup dimana kegiatan ini bertempat di GOR Ki Magetan Kabupaten Magetan, atlet kebanggan madrasah ananda Dhessy Retno Ambarwati kelas VIII A kembali hadir di kejuaraan tersebut. Tidak tanggung-tanggung anannda langsung mengikuti 2 kategori sekaligus dimana ananda mengikuti kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Pra Remaja Dan Tanding Pra Remaja Kelas H. Atas kegigihan serta ketekunan ananda dapat meraih medali perak dalam 2 kategori tersebut. Madrasah sangat mengapresiasi pencapaian ananda Dhessy, semoga dengan adanya prestasi ini akan muncul bibit-bibit baru dalam bidang pencak silat baik dari seni maupun dari tanding
Pencak silat dikenal unik karena mencakup lima aspek sekaligus:
Beberapa teknik utama yang dipelajari dalam pencak silat meliputi:
Di Indonesia, wadah resmi yang menaungi seluruh aliran pencak silat adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang didirikan pada tahun 1948. Sedangkan untuk tingkat dunia, organisasinya disebut Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa).
Fakta Menarik: Pencak silat sering menggunakan senjata tradisional seperti keris, parang, celurit, atau tongkat (toya), namun tetap mengutamakan penggunaan seluruh anggota tubuh sebagai senjata alami.
![]() |
Nanang Muswarianto, M.Pd.IHeadmaster
|
Leave a Comment